Ajeng's Blog
Sabtu, 08 April 2017
Ajeng's Blog: Pembuatan Sabun Mandi Padat
Ajeng's Blog: Pembuatan Sabun Mandi Padat: Pembuatan Sabun Mandi Padat
Rabu, 12 Oktober 2016
Minggu, 26 Juni 2016
Untuk
Bunda
Matahari bangun dari tidurnya
Sampaikan salam setia untuk semua
Dua insan saling suka
Kini terikat janji sumpah setia
Bagai
merpati terbang ke surga
Selalu
ada kisah bahagia
Meski
banyak halang rintang ...
Mereka
selalu tetap riang
Tak peduli suka duka ...
Mereka selalu bersama
Walau hingga usia tua
Mereka pasti selalu bersama
Hingga datang saatnya ...
Tuhan memanggil mereka berdua J
Senin, 04 April 2016
You're Always Been A Part Of Me
You’re
Always Been A Part Of Me
I don’t know who I am without you
I can’t even tell what’s false from true
You’re always been a psrt of me
And I’ll always be the fish in your sea
They say things always work for the best
So maybe I’ll put my worries to rest
But whose best are they talking about ?
I’ll have to wait to find that out !
The Reason We Cried
The
Reason We Cried
Someday, we’ll forget
The hurt,
The reason we cried
But
...
The
last chapter of our life
Which
shows how well we
Ran
the race
So ...
Smile... laught ... forgive ...
Believe ... and love ...
All over again
Sepatu Baru Untuk Mina dan Halimah
Sepatu Baru Untuk
Mina dan Halimah
Disuatu desa ada kakak beradik yang disebut bunga desa karena kecantikan dan kecerdasannya. Nama kakak
beradik itu adalah Mina dan Halimah. Mina dan Halimah ingin sekali membeli
sepatu, karena sepatu yang mereka pakai sudah rusak dan terlihat kotor, tetapi
mereka dan keluargaya tidak mampu membeli sepatu karena orang tuanya hanya bekerja
sebagai pembantu dirumah temannya.”Ibu bolehkah aku dan adik dibelikan sepatu
baru ? karena sepatu yang kami pakai sudah terlihat kotor dan rusak” kata Mina
sambil memohon. “Bersabarlah Mina besok ayahmu pasti datang membawakan sepatu
yang Mina inginkan” kata ibu dengan lembut. “Baiklah ibu” kata Mina dengan agak
kecewa.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 13.00 tandanya Mina dan Halimah harus
belajar karena besok ada ujian. Sampai pukul 15.00, Mina tetap saja tidak bisa berkonsentrasi
belajar karena terus menerus memikirkan sepatu baru yang diinginkan Mina dan
Halimah. Akhirnya Mina berpikir sejenak cara untuk membantu orang tuanya agar kehidupan
keluarganya terus tercukupi. “Kira-kira apa ya... pekerjaan yang bisa
kukerjakan untuk membantu orang tuaku ?” pikir Mina dengan kebingungan. “Kak
Mina sedang memikirkan apa, sampai-sampai kakak tidak sadar kalau tangan kakak
sendiri tercoret ?” kata Halimah sambil
tertawa. “Mmm..... kakak sedang memikirkan pekerjaan apa yang bisa kakak kerjakan
untuk membantu ayah dan ibu, tetapi kau jangan mengatakan hal ini pada ayah dan
ibu, cukup kita bedua saja yang tahu hal ini” kata Mina. “oke kak” kata
Halimah.
Keesokan harinya Mina dan Halimah berangkat sekolah bersama. Sesampainya
di sekolah, mereka ke kelas masing-masing. Mina mencoba bertanya pada
sahabatnya Billa “Mmm Billa kamu tahu pekerjaan yang bisa aku kerjakan agar aku
bisa membantu orang tuaku ?” kata Mina. “Mmm bagaimana kalau kamu bekerja di
kebun tetanggamu dekat hutan, disana upahnya juga lumayan besar” kata Billa. “Benarkah ? kenapa hal itu
tidak terpikirkan olehku” kata Mina dengan bahagia. Saat jam istirahat, Mina
mencari Halimah dikelasnya. “Halimah...., kakak mendapat kabar bagus dari teman
kakak” kata Mina dengan bahagia. “Kabar Apa kak ?” kata Halimah dengan penasaran.
“Teman kakak menyarankan lebih baik kita bekerja dikebun tetangga kita yang ada
didekat hutan” kata Mina dengan Bahagia. “Kalau begitu sepulang sekolah kita
kesana ya... kak” kata Halimah dengan bahagia.
Sepulang sekolah mereka melewati
daerah persawahan, sungai, hutan, dan kebun tetangganya. Saat mereka sampai
dikebun tetangganya, Halimah dan Mina melihat Aisyah sedang mengambil buah apel
dan buah jeruk di kebun tetangganya.
“Aisyah, kamu sedang apa dikebun ini ?” kata Halimah dengan penasaran. “Ohh...
aku sedang memanen buah apel, aku membantu orang tuaku dengan cara ini, aku
bekerja setiah hari dari pagi sebelum subuh dan sepulang sekolah sampai petang”
kata Aisyah dengan kelelahan. “Kebetulan sekali aku juga ingin membantu orang
tuaku, tetapi pekerjaan apa yang bisa kukerjakan” kata Mina. “Bagaimana kalau
kamu bekerja disini saja, lumayanlah upahnya bisa membantu keluarga kita” kata
Aisyah. “Baiklah nanti aku dan adikku mengatakan pada tetanggaku kalau besok
aku mulai bekerja disini” kata Mina dengan bahagia.
Sesampainya dirumah, Mina dan Halimah mendapati kabar kalau ayah mereka
sakit dan tidak bisa bekerja karena keadaanya yang sudah lemah.
“Assalamualaikum, Ibu kami pulang” kata Mina Dan Halimah bersamaan.
“Waalaikumsalam” kata ibu. Mina dan Halimah menuju kamar tidur ayah dan ibunya.
“Ibu ayah kenapa ? kenapa ayah badannya panas sekali ?” kata Mina dan Halimah
dengan sedih. “Ayahmu sakit karena kemarin ayahmu terus menerus bekerja tanpa
istirahat, sekarang ibu mau membeli obat dulu” kata ibu dengan sedih. “Ibu beli
obatnya pakai saja uang tabungan kita saja” kata Mina dan Halimah. “Jangan nak,
bukankah uang kalian itu untuk membeli sepatu, biar ibu meminjam uang dari
tetangga sebelah” kata ibu. “Sudahlah ibu pakai saja uang kami, kami juga bisa
menabung lagi, daripada ibu meminjam uang dari tetangga itu akan memberatkan kita
membayarnya” kata Halimah. “Baiklah nak, terima kasih kalian sudah mengerti
dengan kehidupan keluarga kita” kata ibu dengan terharu.
Setelah itu mereka mulai merawat ayahnya sampai sembuh. “Halimah kamu
jaga ayah saja, nanti kalau ada apa-apa dengan ayah kamu beri tahu kakak saja,
kakak mau ke tetangga sebelah mau mengatakan kalau kita ingin melamar kerja
dikebunnya” kata Mina. “Baiklah kak” kata Halimah. Sesampainya Mina di rumah
tetangganya, yang kebetulan pemilik kebun itu sedang bersih-bersih taman
didepan rumahnya. “Assalamualaikum” kata Mina. “Waalaikumsalam, ehh Mina, ada
perlu apa kamu kemari ?” kata tetangganya. “Saya dan adik saya mau melamar
kerja dikebun ibu, bolehkah saya dan adik saya bekerja disana ?” kata Mina.
“Tentu saja boleh, kapan kamu dan adikmu mulai bekerja ?” kata tetangganya.
“Insaallah kami mulai bekerja besok pagi sebelum subuh dan sepulang sekolah
sampai petang” kata Mina dengan bahagia. “Baiklah kalau begitu” kata
tetangganya.
“Assalamualaikum” kata Mina dengan perasaan bahagia. “Bagaimana kak, kita
boleh bekerja disana ?” kata Halimah dengan penasaran. “Tentu saja boleh, kita
bekerja sebelum subuh dan sepulang sekolah sampai petang” kata Mina.
“Alhamdulillah, semoga saja upahnya bisa kita pakai untuk membeli sepatu dan
membantu ayah dan ibu dan sisanya kita tabung untuk sekolah” kata Halimah
dengan bahagia. “Apa yang sedang kalian bicarakan ?” kata ibu dengan penasaran.
“Mmmm kak Mina diberi buku oleh temannya untuk kita belajar bu...”. kata
Halimah. “Baguslah kalau begitu, kalian belajarlah yang rajin kelak kalian bisa
menjadi orang yang sukses” kata ibu dengan bangga. “Tentu ibu” kata Mina dan
Halimah”.
Keesokan harinya, sebelum subuh mereka bersiap-siap untuk bekerja di
kebun tetangganya. “Kalian pagi-pagi sekali mau kemana ?” kata ibu. “Mmmm kami
ada jadwal piket kelas karena minggu depan sekolah kami diperiksa sebagai
sekolah adiwiyata” kata Mina dan Halimah. “Ohh, hati-hati dijalan” kata ibu.
Mereka terus berjalan, sesampainya dikebun mereka melihat Aisyah sudah bekerja
lebih dulu membersihkan kebun. Mereka bertiga bekerja membersihkan kebun dan
memanen buah-buahan. Setelah matahari terbit mereka bertiga berangkat sekolah
bersama dan mulai bekerja lagi sepulang sekolah sampai petang. Setelah uang
mereka cukup banyak mereka gunakan untuk ayah dan ibu mereka dan membeli
sepatu. “Kalian mendapat uang ini dari mana ?” kata ibu. Kami setiap hari
bekerja dikebun tetangga sebelah, dan upahnya kami gunakan untuk membeli sepatu
dan untuk ayah dan ibu. “Terima kasih ya... nak” kata ibu sambil memeluk Mina
dan Halimah sambil menangis karena terharu.
Setelah bertahun-tahun mereka bekerja di kebun tetanganya. Upah yang
didapatkan cukup untuk kuliah dan modal untuk membangun toko sepatu dan membeli
kebun buah. Setelah mereka lulus sarjan, Mina dan Halimah berhasil meraih
cita-citanya sebagai dokter dan berhasil membeli kebun buah yang luas dan membangun
toko sepatu yang diminati oleh orang-orang sekitar dan pengusaha-pengusaha
ternama karena kualitasnya sepatunya yang bagus dan murah. Mereka juga
membangun rumah yang cukup mewah untuk mereka tempati bersama kedua orang
tuanya.
O Amanat :
Segala
Sesuatu Kerjakanlah Dengan Ikhlas Dan Berdoa, Suatu Saat Kita Mendapatkan Hasil
Yang Baik.
Langganan:
Postingan (Atom)