Senin, 04 April 2016

Sepatu Baru Untuk Mina dan Halimah

Sepatu Baru Untuk
Mina dan Halimah

Disuatu desa ada kakak beradik yang disebut bunga desa karena  kecantikan dan kecerdasannya. Nama kakak beradik itu adalah Mina dan Halimah. Mina dan Halimah ingin sekali membeli sepatu, karena sepatu yang mereka pakai sudah rusak dan terlihat kotor, tetapi mereka dan keluargaya tidak mampu membeli sepatu karena orang tuanya hanya bekerja sebagai pembantu dirumah temannya.”Ibu bolehkah aku dan adik dibelikan sepatu baru ? karena sepatu yang kami pakai sudah terlihat kotor dan rusak” kata Mina sambil memohon. “Bersabarlah Mina besok ayahmu pasti datang membawakan sepatu yang Mina inginkan” kata ibu dengan lembut. “Baiklah ibu” kata Mina dengan agak kecewa.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 13.00 tandanya Mina dan Halimah harus belajar karena besok ada ujian. Sampai pukul 15.00, Mina tetap saja tidak bisa berkonsentrasi belajar karena terus menerus memikirkan sepatu baru yang diinginkan Mina dan Halimah. Akhirnya Mina berpikir sejenak cara untuk membantu orang tuanya agar kehidupan keluarganya terus tercukupi. “Kira-kira apa ya... pekerjaan yang bisa kukerjakan untuk membantu orang tuaku ?” pikir Mina dengan kebingungan. “Kak Mina sedang memikirkan apa, sampai-sampai kakak tidak sadar kalau tangan kakak sendiri tercoret ?” kata  Halimah sambil tertawa. “Mmm..... kakak sedang memikirkan pekerjaan apa yang bisa kakak kerjakan untuk membantu ayah dan ibu, tetapi kau jangan mengatakan hal ini pada ayah dan ibu, cukup kita bedua saja yang tahu hal ini” kata Mina. “oke kak” kata Halimah.
Keesokan harinya Mina dan Halimah berangkat sekolah bersama. Sesampainya di sekolah, mereka ke kelas masing-masing. Mina mencoba bertanya pada sahabatnya Billa “Mmm Billa kamu tahu pekerjaan yang bisa aku kerjakan agar aku bisa membantu orang tuaku ?” kata Mina. “Mmm bagaimana kalau kamu bekerja di kebun tetanggamu dekat hutan, disana upahnya juga lumayan  besar” kata Billa. “Benarkah ? kenapa hal itu tidak terpikirkan olehku” kata Mina dengan bahagia. Saat jam istirahat, Mina mencari Halimah dikelasnya. “Halimah...., kakak mendapat kabar bagus dari teman kakak” kata Mina dengan bahagia. “Kabar Apa kak ?” kata Halimah dengan penasaran. “Teman kakak menyarankan lebih baik kita bekerja dikebun tetangga kita yang ada didekat hutan” kata Mina dengan Bahagia. “Kalau begitu sepulang sekolah kita kesana ya... kak” kata Halimah dengan bahagia.
 Sepulang sekolah mereka melewati daerah persawahan, sungai, hutan, dan kebun tetangganya. Saat mereka sampai dikebun tetangganya, Halimah dan Mina melihat Aisyah sedang mengambil buah apel dan buah jeruk  di kebun tetangganya. “Aisyah, kamu sedang apa dikebun ini ?” kata Halimah dengan penasaran. “Ohh... aku sedang memanen buah apel, aku membantu orang tuaku dengan cara ini, aku bekerja setiah hari dari pagi sebelum subuh dan sepulang sekolah sampai petang” kata Aisyah dengan kelelahan. “Kebetulan sekali aku juga ingin membantu orang tuaku, tetapi pekerjaan apa yang bisa kukerjakan” kata Mina. “Bagaimana kalau kamu bekerja disini saja, lumayanlah upahnya bisa membantu keluarga kita” kata Aisyah. “Baiklah nanti aku dan adikku mengatakan pada tetanggaku kalau besok aku mulai bekerja disini” kata Mina dengan bahagia.
Sesampainya dirumah, Mina dan Halimah mendapati kabar kalau ayah mereka sakit dan tidak bisa bekerja karena keadaanya yang sudah lemah. “Assalamualaikum, Ibu kami pulang” kata Mina Dan Halimah bersamaan. “Waalaikumsalam” kata ibu. Mina dan Halimah menuju kamar tidur ayah dan ibunya. “Ibu ayah kenapa ? kenapa ayah badannya panas sekali ?” kata Mina dan Halimah dengan sedih. “Ayahmu sakit karena kemarin ayahmu terus menerus bekerja tanpa istirahat, sekarang ibu mau membeli obat dulu” kata ibu dengan sedih. “Ibu beli obatnya pakai saja uang tabungan kita saja” kata Mina dan Halimah. “Jangan nak, bukankah uang kalian itu untuk membeli sepatu, biar ibu meminjam uang dari tetangga sebelah” kata ibu. “Sudahlah ibu pakai saja uang kami, kami juga bisa menabung lagi, daripada ibu meminjam uang dari tetangga itu akan memberatkan kita membayarnya” kata Halimah. “Baiklah nak, terima kasih kalian sudah mengerti dengan kehidupan keluarga kita” kata ibu dengan terharu.
Setelah itu mereka mulai merawat ayahnya sampai sembuh. “Halimah kamu jaga ayah saja, nanti kalau ada apa-apa dengan ayah kamu beri tahu kakak saja, kakak mau ke tetangga sebelah mau mengatakan kalau kita ingin melamar kerja dikebunnya” kata Mina. “Baiklah kak” kata Halimah. Sesampainya Mina di rumah tetangganya, yang kebetulan pemilik kebun itu sedang bersih-bersih taman didepan rumahnya. “Assalamualaikum” kata Mina. “Waalaikumsalam, ehh Mina, ada perlu apa kamu kemari ?” kata tetangganya. “Saya dan adik saya mau melamar kerja dikebun ibu, bolehkah saya dan adik saya bekerja disana ?” kata Mina. “Tentu saja boleh, kapan kamu dan adikmu mulai bekerja ?” kata tetangganya. “Insaallah kami mulai bekerja besok pagi sebelum subuh dan sepulang sekolah sampai petang” kata Mina dengan bahagia. “Baiklah kalau begitu” kata tetangganya.
“Assalamualaikum” kata Mina dengan perasaan bahagia. “Bagaimana kak, kita boleh bekerja disana ?” kata Halimah dengan penasaran. “Tentu saja boleh, kita bekerja sebelum subuh dan sepulang sekolah sampai petang” kata Mina. “Alhamdulillah, semoga saja upahnya bisa kita pakai untuk membeli sepatu dan membantu ayah dan ibu dan sisanya kita tabung untuk sekolah” kata Halimah dengan bahagia. “Apa yang sedang kalian bicarakan ?” kata ibu dengan penasaran. “Mmmm kak Mina diberi buku oleh temannya untuk kita belajar bu...”. kata Halimah. “Baguslah kalau begitu, kalian belajarlah yang rajin kelak kalian bisa menjadi orang yang sukses” kata ibu dengan bangga. “Tentu ibu” kata Mina dan Halimah”.
Keesokan harinya, sebelum subuh mereka bersiap-siap untuk bekerja di kebun tetangganya. “Kalian pagi-pagi sekali mau kemana ?” kata ibu. “Mmmm kami ada jadwal piket kelas karena minggu depan sekolah kami diperiksa sebagai sekolah adiwiyata” kata Mina dan Halimah. “Ohh, hati-hati dijalan” kata ibu. Mereka terus berjalan, sesampainya dikebun mereka melihat Aisyah sudah bekerja lebih dulu membersihkan kebun. Mereka bertiga bekerja membersihkan kebun dan memanen buah-buahan. Setelah matahari terbit mereka bertiga berangkat sekolah bersama dan mulai bekerja lagi sepulang sekolah sampai petang. Setelah uang mereka cukup banyak mereka gunakan untuk ayah dan ibu mereka dan membeli sepatu. “Kalian mendapat uang ini dari mana ?” kata ibu. Kami setiap hari bekerja dikebun tetangga sebelah, dan upahnya kami gunakan untuk membeli sepatu dan untuk ayah dan ibu. “Terima kasih ya... nak” kata ibu sambil memeluk Mina dan Halimah sambil menangis karena terharu.
Setelah bertahun-tahun mereka bekerja di kebun tetanganya. Upah yang didapatkan cukup untuk kuliah dan modal untuk membangun toko sepatu dan membeli kebun buah. Setelah mereka lulus sarjan, Mina dan Halimah berhasil meraih cita-citanya sebagai dokter dan berhasil membeli kebun buah yang luas dan membangun toko sepatu yang diminati oleh orang-orang sekitar dan pengusaha-pengusaha ternama karena kualitasnya sepatunya yang bagus dan murah. Mereka juga membangun rumah yang cukup mewah untuk mereka tempati bersama kedua orang tuanya.

O    Amanat  :
Segala Sesuatu Kerjakanlah Dengan Ikhlas Dan Berdoa, Suatu Saat Kita Mendapatkan Hasil Yang Baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar